7 Rahasia Sukses Google

Sejak berdiri tahun 1998, Google terus mengibarkan panji-panji kejayaan. Hingga kini, mereka masih menjadi mesin cari paling populer di dunia meski beberapa pesaing berat muncul.

Google didirikan oleh dua anak muda, Sergey Brin dan Larry Page. Kedua sosok pintar tersebut adalah alumnus Stanford University, salah satu kampus paling bergengsi di dunia.

Lalu, apa sejatinya rahasia sukses Google hingga tetap mampu meraksasa sampai sekarang? Berikut di antaranya seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Rabu (17/10/2012).

Berikut adalah 7 Rahasia Sukes Google :

1. Gairah menjadi yang terbaik

Sejak awal berdirinya, Sergey Brin dan Larry Page ingin Google nantinya menjadi yang terbaik di bidangnya. Yakni menjadi mesin cari nomor satu.

“Kami ingin sebanding dengan Yahoo, Amazon, atau AOL. Kami ingin jadi nomor satu dalam market share pencarian. Dan kami pikir kami bisa melakukannya tak lama lagi,” kata Brin.

“Tidak ada alasan memasang target rendah. Jika Anda melakukan semuanya dengan benar, Anda bisa melompat lebih tinggi dibandingkan orang lain,” ucap Brin optimistis, dalam wawancara di tahun 1999 itu.

Kedua pendiri tersebut juga menegaskan bahwa mendapatkan banyak uang bukanlah motivasi utama mereka. Namun gairah menjadi yang terbaik.

“Jika kami termotivasi oleh uang, kami akan menjual perusahaan ini di masa lalu dan kami akan berwisata ke pantai,” ucap Page dalam wawancara di tahun 2006.

2. Budaya kerja yang fun

Google berulangkali dinobatkan sebagai tempat kerja yang paling diidamkan. Salah satu faktornya adalah suasana kerja yang fun. Memang, kantor mereka penuh dengan warna dan berfasilitas lengkap.

“Kami berpikir banyak soal bagaimana menjaga kultur perusahaan dan elemen yang fun. Saya tidak tahu apakah perusahaan lain juga memikirkannya sebanyak kami,” ucap Page.

“Kami menghabiskan banyak waktu untuk membangun kantor dengan tepat. Kami suka bangunan ini karena lebih seperti sebuah universitas ketimbang kantor pada umumnya,” tambah Page.

3. Tak henti berinovasi

Meski sudah berjaya, Google tidak lantas tinggal diam. Mereka terus berinovasi dengan berbagai macam produk baru. Memang sejak awal, Google sudah fokus pada inovasi.

PAda tahun 2000, jumlah pekerja Google baru 150 orang. Namun lebih dari separuhnya adalah teknisi dan yang bekerja di bidang riset dan pengembangan (R&D).

“Kami sangat senang berinvestasi banyak di bidang R&D. Teknisi dan R&D berhubungan erat,” ucap Sergey Brin.

Berbagai produk baru Google pun terasa inovatif. Seperti kacamata pintar dan mobil yang bisa berjalan secara otomatis, tidak perlu campur tangan pengemudi.

4. Produk yang hebat tapi sederhana

Banyak pebisnis online melakukan banyak cara agar orang tetap mengakses situs mereka lama-lama. Namun Google tidak melakukan hal itu.

Brin dan Page ingin agar para user bisa melakukan pencarian secepat mungkin. Karena itulah, produk mesin cari Google terkesan sederhana dan to the point meski sejatinya sangat canggih.

“Kami ingin Anda mengunjungi Google dan menemukan apa yang Anda inginkan dengan cepat. Dan, kami senang untuk mengantarkan Anda ke situs lain,” kata Larry Page suatu ketika.

5. Menjadikan Google bagian hidup

Banyak orang hanya mengenal Google sebagai mesin cari online utamanya. Begitu ingin mencari informasi tertentu, mereka langsung mengakses Google.

“Kami bagian dari kehidupan orang sehari-hari, seperti menggosok gigi. Mereka melakukan (pencarian online) setiap hari kala sedang bekerja, membeli sesuatu, memutuskan apa yang dilakukan setelah bekerja dan masih banyak lagi,” kata Brin.

“Google telah diterima menjadi bagian dari kehidupan orang banyak,” imbuhnya.

6. Don’t Be Evil

Don’t Be Evil atau jangan menjadi jahat adalah semboyan Google. Mereka mengakui selalu berusaha memegang semboyan tersebut. Terlebih, Google mengontrol sangat banyak informasi.

“Mesin cari memainkan peran sangat penting dalam kehidupan orang, menentukan informasi apa untuk Anda. Anda harus mempercayai pihak yang melakukan hal seperti itu untuk Anda,” ucap Page.

“Kami mencoba untuk mendefinisikan secara tepat kekuatan untuk kebaikan, melakukan kebenaran dan etika. Don’t be evil sepertinya adalah cara termudah untuk merangkum hal itu,” tuturnya.

7. Duet Maut

Pada akhirnya, kesuksesan Google adalah berkat Larry Page dan Sergey Brin, kedua pendirinya. Boleh dibilang, keduanya adalah duet maut yang membuat Google meraksasa.

Padahal pada awal pertemuan mereka di tahun 1995, mereka dikabarkan kurang akur. Mereka berjumpa pertama kali di kampus Stanford.

Namun Brin dan Page akhirnya malah bekerjasama mengembangkan mesin cari online. Sampai sekarang, keduanya masih menjadi bos besar Google dengan Larry Page menjabat posisi CEO.

Sumber : DetikInet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s